Cara Fermentasi Dedak/ Bekatul Menggunakan Em4 Untuk Pakan Ternak

Fermentasi Dedak Padi dengan EM4

Penggunaan dedak padi untuk fermentasi pakan ternak sudah menjadi solusi terbaik untuk menghemat biaya pakan. Mulai dari ternak kambing, ternak sapi, ayam petelur dan puyuh semua menggunakan dedak padi dalam ransumnya.

Oleh karena itu, agar penggunaan dedak padi lebih efektif, saya kira perlu sekali untuk mengetahui bagaimana cara membuat dedak padi fermentasi secara benar.
 

Fermentasi Dedak Padi / Bekatul Dengan Em4



Dedak padi atau bekatul adalah hasil samping dari proses penggilingan padi yang memisahkan beras dengan sekam/ kulit gabah yang dapat digunakan sebagai bahan pakan ternak.

Sama seperti jerami, ketersediaan dedak padi juga tergantung saat musim panen padi saja. Karena itu, waktu pemanfaatan yang tepat adalah ketika sedang musim panen padi sehingga lebih mudah memperoleh dan harga pun lebih murah.

Pada musim panen padi inilah peternak dapat memanfaatkannya untuk mengumpulkan banyak dedak padi sebagai bahan pakan ternak yang kemudian dapat diberikan pada hewan ternak dan sisanya dapat disimpan untuk persediaan.

Tetapi masalah utama yang harus dihadapi adalah dedak padi tidak dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama, karena aktivitas enzim yang dapat menyebabkan kerusakan komponen lemak pada dedak padi yang mengakibatkan ketengikan / berjamur

Dengan dilakukannya fermentasi, maka dedak padi dapat disimpan lebih lama hingga 3 bulan karena lemak yang terdapat dalam dedak padi terurai pada saat fermentasi, bahkan kualitasnya sebagai pakan ternak juga akan menjadi lebih baik dan akan meningkat.

Ada 2 macam dedak padi, yaitu kasar dan halus. Dedak padi halus (disebut bekatul) memiliki kandungan protein lebih tinggi. Anda bisa pilih sesuai kebutuhan untuk pakan ternak.

Apa saja sih kandungan dedak? Karena dedak mengandung Serat Kasar (SK) dan Protein Kasar (PK) yang cukup tinggi, yaitu SK = 11,4% dan PK = 12,9 %, kandungan ini sangat tepat diberikan pada ternak ruminansia untuk menggenjot pertumbuhan hewan ternak.

Anti Nutrisi Dedak Padi


Penggunaan dedak padi dalam pakan unggas, terutama ayam tidak boleh banyak – banyak.

Jumlahnya antara 20 – 30 %. Kalau lebih dari itu, bisa menurunkan performa ternak.

Itupun, dedak padi harus di lakukan rekayasa biologi terlebih dahulu. Rekayasa biologi misalnya adalah di fermentasi terlebih dahulu.

Kenapa harus dilakukan fermentasi?

Dedak padi mengandung serat kasar yang tinggi. Selain serat kasarnya tinggi, ia juga terdapat zat anti nutrisi.

Zat anti nutrisi pada dedak padi adalah asam fitat.

Asam fitat ini dapat mengikat mineral kalsium dan fosfat. Padahal, mineral tersebut sangat diperlukan oleh ternak.

Selain mengikat mineral tersebut, asam fitat juga bisa mengikat protein. Sehingga kalau mineral dan protein terikat oleh asam fitat, kecernaan ransum pasti akan menjadi berkurang.

Tidak hanya itu, nutrisi dari bahan pakan juga tidak terserap sempurna oleh ternak.

Fosfor yang terdapat pada dedak padi, sebanyak 80% nya terikat oleh asam fitat ini.

Padahal, asam fitat ini sangat sulit dicerna.

Supaya dedak padi lebih mudah di cerna, maka asam fitat ini harus diurai. Yang bisa mengurainya adalah enzim fitase.

Enzim ini bisa dihasilkan oleh bakteri tertentu. Salah satu bakterinya adalah Trichoderma viride.

Jadi, bakteri ini baik jika digunakan sebagai starter fermentasi.

Selain bakteri tersebut, bakteri lain yang bisa menghasilkan enzim fitase adalah aspergillus ficuum.

Starter fermentasi tidak harus bisa menghasilkan enzim fitase.

Fungsi lain dari fermentasi adalah mengurai zat yang rumit menjadi zat yang lebih sederhana.

Misalnya protein diurai menjadi asam – asam amino dan karbohidrat diurai menjadi struktur molekul gula yang lebih sederhana.

Kalau strukturnya lebih sederhana, maka ia akan lebih mudah untuk dicerna.
 

CARA MEMBUAT FERMENTASI DEDAK PADI


Ada 2 cara Fermentasi dedak padi disarankan untuk menggunakan SOC seperti EM4 atau bisa juga dengan Ragi Tape untuk hasil yang lebih cepat.

Adonan Fermentasi Dedak dengan Em4

1. Fermentasi Dedak Padi Menggunakan EM4

ALAT DAN BAHAN YANG HARUS DISIAPKAN :
  •     Dedak padi segar 20 kg
  •     EM4
  •     Molase (tetes tebu)
  •     Air
  •     Drum plastik atau kantong plastik


Tahap Pembuatan Fermentasi Dedak Padi Dengan Em4
 
  • Siapkan dedak padi segar seberat 20 kg
  • Siapkan 3% dari berat dedak padi, 3% molasses, 3% EM4.
  • Campurkan 25% dari berat dedak padi (10 liter air) dengan molases dan EM4 dan aduk sampai merata.
  • Jika sudah rata, campurkan campuran air, molases, dan EM4 dengan dedak padi secara bertahap dan aduk sampai merata.
  • Tahap selanjutnya menuangkan campuran kedalam drum atau kantong platik kemudian ditutup sampai benar – benar rapat dari udara luar.
  • Fermentasi disimpan 2 – 3 hari dalam suhu ruang dan tidak boleh terkena sinar matahari langsung.
 

2. Fermentasi Dedak Padi Menggunakan Ragi Tape


ALAT DAN BAHAN YANG HARUS DISIAPKAN :
  •     Dedak padi 1 kg
  •     Ragi tape 2 butir
  •     Air secukupnya
  •     Panci kukus
  •     Drum plastik atau kantong plastik
  •     Kompor


Tahap Pembuatan Fermentasi Dedak Padi Dengan Ragi Tape
 
  • Basahi dedak padi dengan air dengan perbandingan 3:1. Bisa dicek dengan cara ketika dikepal tidak meneteskan air dan ketika dilepas adonan tidak hancur.
  • Kukus adonan dedak padi selama sekitar 15 – 30 menit.
  • Setelah selesai dikukus adonan didinginkan terlebih dahulu.
  • Sembari menunggu dingin, ragi tape bisa dihaluskan.
  • Setelah adonan benar – benar dingin, campurkan dengan ragi tape secara merata.
  • Masukkan adonan yang sudah tercampur ke dalam drum plastik atau kantong plastik, kemudian tutup dengan rapat.
  • Simpan selama 1 – 3 hari.

Setelah dilakukan penyimpanan selama waktu yang sudah ditentukan minimal 24 Jam, fermentasi dapat diberikan langsung pada hewan ternak. Jika anda ingin mengawetkannya lebih lama, Dedak hasil fermentasi harus diangin – anginkan terlebih dahulu. Fermentasi dedak padi bisa dikeringkan agar dapat disimpan dalam jangka waktu sampai 3 bulan.

Ciri - Ciri Fermentasi Dedak / Bekatul BERHASIL
  1.     Berbau wangi
  2.     Terjadi perubahan warna
  3.     Terjadi peningkatan suhu
  4.     Pakan akan lebih lapuk atau empuk

#TIPS : AGAR HEWAN TERNAK MAU MEMAKAN FERMENTASI PAKAN TERNAK

Untuk hewan ternak yang baru pertama kali diberikan fermentasi pakan ternak biasanya tidak mau makan karena tidak terbiasa, hal ini sangat wajar. Peternak harus membiasakan terlebih dahulu dengan cara berikut ini :
  • Puasakan hewan ternak Anda. Tujuannya agar hewan benar – benar merasa kelaparan. Setelah itu berikan sedikit demi sedikit pakan ternak fermentasinya.
  • Cekoki hewan ternak dengan suplemen probiotik SOC (Suplemen Organik Cair) kurang lebih setengah tutup sampai satu tutup botol.

Setelah mengetahui metode fermentasi pakan ternak dengan bahan pakan bernutrisi tinggi, peternak dapat mengelola penyediaan bahan pakan ternak dengan lebih efisien. Serta mampu memanfaatkan waktu dan kondisi lingkungan untuk menyediakan bahan pakan, serta dapat mengendalikan asupan nutrisi hewan ternaknya.


Itulah Cara Fermentasi Dedak/ Bekatul Menggunakan Em4 Untuk Pakan Ternak, semoga dapat membantu anda dalam proses pembuatannya dirumah.

0 Response to "Cara Fermentasi Dedak/ Bekatul Menggunakan Em4 Untuk Pakan Ternak"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel